Selasa, 25 November 2025

Memahami Jaringan Fiber Optic


Jaringan Fiber optik adalah media transmisi fisik penyalur informasi yang mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya dengan konsep hukum optik. Fiber optik beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi, yang umumnya dipakai untuk menghubungkan dua titik jaringan dengan daya besar.

Perkembangan teknologi semakin progresif yang hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan akan lalu lintas dalam pemakaian jasa telekomunikasi, baik itu dari kuantitas maupun kualitas. Sistem yang berusaha dibangun berproyeksi pada tujuan dasar yakni untuk menemukan media transmisi yang dapat menyampaikan informasi sebanyak mungkin dalam waktu yang bersamaan.

Upaya menyediakan media transmisi tersebut mendorong pemikiran dan perencanaan untuk menyediakan suatu metode dengan konsep “ Koneksi Berkecepatan Tinggi ”. Hingga lahirlah sebuah terobosan baru bernama kabel fiber optik.

Secara bertahap moda transmisi serat optik menggantikan manfaat kabel logam berbahan tembaga atau alumunium, dengan segala keunggulan dari kabel fiber optik. 

Apa saja keunggulan dari kabel fiber optik? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Jaringan Fiber Optik?













Secara sederhana, kabel fiber optik adalah kabel yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik menjadi cahaya, yang selanjutnya dialirkan dari sebuah titik (node) ke node yang lain.

Sinyal dari fiber optik diubah menjadi bentuk cahaya melalui pemancar , untuk menyampaikan informasi data menggunakan pulsa cahaya. Transmitter adalah sebuah perangkat yang menjadi wadah awal penerimaan informasi data yang dikirimkan ke fiber optik. Pemancar pada kabel fiber optik umumnya menggunakan LED ( Light Emitting Diode ) atau laser.

Komponen kabel optik terdiri dari gelas silika yang mana unsur kebeningan dan kemurniannya dapat menahan cahaya dalam serat optik, karena bias indeks dari kaca lebih besar daripada indeks bias udara. Strukturnya ditopang oleh empat silinder berbeda ukuran, yaitu:

  1. Inti (inti), sebagai pusat transmisi gelombang cahaya;
  2. Cladding (selimut), sebagai pengarah gelombang cahaya;
  3. Coating (pelapis), plastik elastis yang melindungi core dan cladding ; kemudian
  4. Jaket Luar (pelapis luar), membungkus kabel luar.

Sejarah Kabel Fiber Optik

Jaringan fiber optik pertama kali dipatenkan oleh kumpulan peneliti yaitu Robert Maurer , Donald Keck , dan Peter Schultz . “ Optical Waveguide Fibers ” mampu membawa informasi 65.000 kali lebih banyak daripada kabel tembaga, dimana informasi yang dibawa oleh pola gelombang cahaya tersebut dapat diterjemahkan ke suatu tujuan dalam ribuan mil jauhnya.

Kini, metode dan bahan komunikasi fiber optik yang telah diciptakan membuka jalur pintu menuju komersialisasi fiber optik, beralih dari zaman “layanan telepon jarak jauh” menuju penyebaran informasi berbasis internet.

Anatomi kabel fiber optik terbuat dari serat kaca beserta deskripsi plastik yang lebih halus dari rambut manusia, ketebalannya kurang lebih 120 mikrometer. Berbeda dengan kabel berbahan dasar tembaga, kabel fiber optik tahan terhadap gangguan.

Indeks bias kabel fiber optik sama dengan kecepatan cahaya dalam ruangan hampa udara di bagian dengan kecepatan cahaya pada ruangan medium. 

Seperti yang diungkapkan oleh matematikawan Belanda Willebrord Snellius , bahwa apabila seberkas cahaya masuk pada ujung fiber optik (media transparan) dengan sudut kritis, dan sinar itu datang dari medium yang memiliki indeks bias lebih kecil dari udara, menuju inti fiber optik (kuartz murni) yang mempunyai indeks bias lebih besar, maka seluruh sinar akan merambat sepanjang inti fiber optik menuju ujung yang satu.

Dengan demikian cahaya yang dihasilkan dari dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias udara.

Fungsi Kabel Fiber Optik

Penemuan serat optik menjadi bagian penting dalam kehidupan modern saat ini, dimana penciptaannya merupakan jalan pintas untuk pengiriman data berkecepatan tinggi. Tidak jarang sistem kabel fiber optik menjadi landasan dari jaringan utama, sebagai sebuah aliran pusat untuk melakukan transfer data dalam suatu backbone .

Contoh yang paling nyata dirasakan adalah implementasi 5G bagi keberlangsungan penyaluran informasi di Indonesia. Walaupun ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri, karena infrastruktur jaringan fiber optik belum tersebar secara merata. 

Secara garis besar sebagai salah satu sistem penyalur komunikasi, kabel fiber optik memiliki kegunaan dalam membawa elemen—elemen penting dari setiap melalui proses transmisi sinyal, yang dilakukan dengan cepat dan dalam kapasitas yang besar.


Sumber artikel:https://www.iforte.id/news/detail/jaringan-fiber-optik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Spl...