Selasa, 20 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.

Rabu, 14 Januari 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics

Langkah - langkah Pembuat kabel Fiber Optik


1.Siapkan alat - alat seperti di bawah ini:

Mengupload: 85213 dari 85213 byte diupload.

  • Kabel fiber optik dropcore

  • Tang potong

  • Tang stripper fiber

  • Fiber cleaver

  • Fast Connector SC

  • Tisu & alkohol (opsional)




2.Potong kabel fiber

Gunakan tang potong untuk memotong kabel dropcore sesuai panjang yang dibutuhkan.





3.Kupas jaket luar kabel

Pakai tang stripper 
Kupas ± 3–4 cm jaket luar sampai terlihat serat fiber dan kawat penguat di dalamnya.






4.
Kupas lapapisan pelindung fiber

Gunakan stripper bagian kecilnya untuk mengupas:
  • Lapisan plastik fiber

  • Hingga terlihat inti kaca fiber (warna bening/transparan)









5.Masukkan fiber ke fast connector

Masukkan fiber ke Fast Connector SC 
Dorong sampai terasa mentok dan ujung fiber terlihat di ujung konektor.



6.Kunci fast connector

Tekan pengunci fast connector sampai bunyi “klik” agar fiber terkunci dengan kuat.Pasang tutup karet belakang konektor supaya kabel tidak mudah patah.




7.Tes hasil kabel

Setelah proses pemasangan fast connector selesai, dilakukan pengujian koneksi menggunakan alat ukur sinyal (Optical Power Meter/VFL).
Hasil pengukuran menunjukkan nilai redaman sinyal sebesar ≤ –34 dBm, yang menandakan bahwa koneksi serat optik berada dalam kondisi baik dan layak digunakan.





Selasa, 25 November 2025

PRAKTIKUM PERHITUNGAN VLSM

 

pada network 192.168.10.0/25 dengan kebutuhan:

  • Subnet A = 60 host

  • Subnet B = 24 host

  • Subnet C = 12 host

  • Subnet D = 5 host


VLSM Lengkap — 192.168.10.0/25 (Alokasi untuk Subnet A–D)

1. Ringkasan Langkah (Algoritma singkat)

  1. Hitung kebutuhan usable host tiap subnet.

  2. Urutkan kebutuhan dari besar → kecil.

  3. Untuk tiap kebutuhan: pilih prefix terkecil yang memenuhi kebutuhan (usable = 2^n − 2).

  4. Alokasikan blok alamat dari network awal ke arah atas, jangan buat celah.

  5. Catat network, netmask, usable range, broadcast. Sisakan cadangan jika ada ruang.

2. Kebutuhan & Pemilihan Prefix

Kebutuhan usable host → pilih prefix:

  • Subnet A: 60 host → butuh ≥ 60 → nearest block = 64 addresses → prefix /26 (64 total, 62 usable)
    /26 memberikan 62 usable (cukup untuk 60).

  • Subnet B: 24 host → butuh ≥ 24 → nearest block = 32 addresses → prefix /27 (32 total, 30 usable)

  • Subnet C: 12 host → butuh ≥ 12 → nearest block = 16 addresses → prefix /28 (16 total, 14 usable)

  • Subnet D: 5 host → butuh ≥ 5 → nearest block = 8 addresses → prefix /29 (8 total, 6 usable)

 Semua alokasi harus berada di dalam parent network 192.168.10.0/25 (range .0 – .127).

3. Perhitungan Bit / Mask (singkat)

  • /25 parent: mask 255.255.255.128 → addresses .0–.127 (128 total, 126 usable)

  • /26: mask 255.255.255.192 → block size 64 (256−192 = 64) → usable 62

  • /27: mask 255.255.255.224 → block size 32 → usable 30

  • /28: mask 255.255.255.240 → block size 16 → usable 14

  • /29: mask 255.255.255.248 → block size 8 → usable 6


4. Hasil Alokasi (urut dari awal 192.168.10.0)

Semua alokasi dimulai dari 192.168.10.0 berjalan naik tanpa celah sampai ruang habis.

 

SubnetPrefixNetmaskWildcardNetworkUsable IP RangeBroadcastTotal AddrUsable HostsRekom. Gateway
Subnet A/26255.255.255.1920.0.0.63192.168.10.0192.168.10.1 – 192.168.10.62192.168.10.636462192.168.10.1
Subnet B/27255.255.255.2240.0.0.31192.168.10.64192.168.10.65 – 192.168.10.94192.168.10.953230192.168.10.65
Subnet C/28255.255.255.2400.0.0.15192.168.10.96192.168.10.97 – 192.168.10.110192.168.10.1111614192.168.10.97
Subnet D/29255.255.255.2480.0.0.7192.168.10.112192.168.10.113 – 192.168.10.118192.168.10.11986192.168.10.113
Cadangan/29255.255.255.2480.0.0.7192.168.10.120192.168.10.121 – 192.168.10.126192.168.10.12786192.168.10.121


5. Diagram Alokasi (visual teks, urut dari awal)


Parent: 192.168.10.0/25   (addresses .0 - .127)

[ 192.168.10.0/26  ]  Subnet A (64 addr)    -> .0  -  .63
   usable:  .1  -  .62
   bcast:  .63

[ 192.168.10.64/27 ]  Subnet B (32 addr)    -> .64 -  .95
   usable:  .65 -  .94
   bcast:  .95

[ 192.168.10.96/28 ]  Subnet C (16 addr)    -> .96 -  .111
   usable:  .97 - .110
   bcast: .111

[ 192.168.10.112/29]  Subnet D (8 addr)     -> .112 - .119
   usable: .113 - .118
   bcast: .119

[ 192.168.10.120/29]  Cadangan (8 addr)     -> .120 - .127
   usable: .121 - .126
   bcast: .127

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic

 




Mengenal Prinsip dan Cara Kerja Fiber Optik 

 

Fiber Optik adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan digunakan sebagai media transmisi, karena dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat yang lainnya dengan kecepatan sangat tinggi.

Cara kerja fiber optik salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan penyusunnya untuk memperoleh refleksi maupun pantulan cahaya total yang tinggi. 

Dari cermin inilah data bakal ditransmisikan lebih cepat pada jarak yang tak terbatas. 

Sementara, fiber optik sendiri merupakan kabel yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi cahaya kemudian mengalirkannya dari satu titik ke titik berikutnya. 


Bagaimana Cara Kerja Fiber Optik Hingga Kelebihan dan Kekurangannya 


Fiber optik kerap digunakan untuk jaringan internet karena mensuport proses transmisi dengan sangat cepat.  

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fiber optik memiliki sistem kerja yang berbeda dari kabel biasanya. 

Jika kebanyakan kabel menggunakan aliran listrik untuk mentransmisikan data maka, fiber optik memakai aliran cahaya. 

Aliran cahaya inilah yang kemudian dikonversikan agar tak terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik. 

Fiber optik umumnya memanfaatkan serat kaca sebagai bahan pembuatnya.  

Serat kaca akan memperoleh refleksi maupun pantulan cahaya total yang tinggi dari cermin yang kemudian akan meneruskan data. 

Pantulan cahaya itu diperoleh melalui cahaya yang menjalari serat kaca pada sudut yang rendah. 

Cara kerja fiber optik juga dipengaruhi oleh efisiensi pantulan cahaya yang disajikan oleh kemurnian bahan penyusunnya. 

Semakin murni bahan cermin yang digunakan maka penyerapan cahaya akan semakin sedikit oleh fiber optik. 

Minimnya penyerapan tersebut justru akan menghasilkan pantulan cahaya yang tinggi. 


Keunggulan Fiber Optik 


Setelah mengetahui prinsip kerja fiber optik, Anda juga perlu memahami kelebihan hingga kekurangan pada alat tersebut.  

Kelebihan fiber optik ialah memiliki kecepatan transmisi yang tinggi berkapasitas 1GB/detik. Sistem mampu mentransmisikan data jarak jauh tanpa adanya sinyal. 

Bahan terbuat dari kaca dan plastik sehingga tahan karat. Selain itu ukuran kabel juga kecil sehingga fleksibel. 

Kabel ini mampu memanfaatkan gelombang cahaya agar tidak terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik seperti gelombang radio. 

Diketahui fiber optik tidak mengandung aliran listrik. Oleh karenanya kabel ini dapat mencegah kebakaran akibat korsleting. 

Kabel ini juga memiliki keamanan tinggi karena dinilai minim distorsi. 


Kekurangan Fiber Optik  


Salah satu kelemahan kabel ini ialah biaya instalasi dan perawatan dianggap lebih mahal dari jenis kabel biasanya. 

Fiber optik memerlukan sumber cahaya yang kuat dan harus dipasang pada jalur berbelok demi memaksimalkan kecepatan maupun kelancaran transmisi cahaya. 

Demikianlah ulasan terkait Cara kerja fiber optik yang dapat Anda ketahui. Semoga informasi ini bisa membantu Anda. 





SUMBER ARTIKEL: Mengenal prinsip dan cara kerja fiber optik? - https://bif.telkomuniversity.ac.id/mengenal-prinsip-dan-cara-kerja-fiber-optik/

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan.

 





1. Kenali Jenis Kabel Fiber Optik

Langkah pertama dalam memahami cara memilih kabel fiber optik yang bagus adalah mengenali jenis-jenisnya. Secara umum, terdapat dua tipe utama kabel fiber optik:

  • Single-mode : dirancang untuk transmisi jarak jauh, biasanya digunakan dalam koneksi antar kota atau dalam jaringan skala besar. Kabel ini menggunakan cahaya laser sebagai sumber sinyal dan memiliki inti yang sangat kecil.
  • Multi-mode : Cocok untuk jarak pendek, seperti di dalam gedung atau kampus. Kabel ini memakai LED sebagai sumber cahaya dan memiliki diameter inti yang lebih besar.

Pemilihan jenis kabel harus disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Salah memilih tipe dapat menyebabkan inefisiensi jaringan dan pemborosan biaya.

2. Perhatikan Bahan Pelindung

Kabel fiber optik yang bagus hanya unggul dalam kecepatan transmisi, tetapi juga memiliki daya tahan fisik yang tinggi. Oleh karena itu, bahan pelindung atau jaket menjadi aspek penting. Beberapa jenis pelindung umum yang digunakan antara lain:

  • PVC (Polivinil Klorida) : Fleksibel dan ekonomis, cocok untuk penggunaan di dalam ruangan.
  • LSZH (Low Smoke Zero Halogen) : Aman untuk lingkungan tertutup karena tidak mengeluarkan asap beracun saat terbakar.
  • Armored : Diperkuat dengan lapisan logam, cocok untuk area industri atau lokasi yang rawan gangguan fisik.

Memahami kegunaan masing-masing pelindung adalah bagian yang tidak terpisahkan dari cara memilih kabel fiber optik yang bagus untuk lingkungan penggunaan spesifik.

3. Evaluasi Standar dan Sertifikasi

Sebuah kabel fiber optik yang andal harus memenuhi standar teknis dan sertifikasi yang diakui secara internasional, seperti:

  • TIA/EIA-568 : Standar untuk kabel dan konektor jaringan.
  • ISO/IEC 11801 : Standar internasional untuk sistem kabel telekomunikasi.

Kabel yang telah melewati proses sertifikasi umumnya lebih terjamin kualitasnya dan terjamin dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memeriksa label dan dokumentasi adalah bagian penting dari proses cara memilih kabel fiber optik yang bagus .

4. Cek Spesifikasi Teknis Kabel

Spesifikasi teknisnya juga tidak boleh diabaikan. Beberapa parameter penting yang perlu diperhatikan:

  • Bandwidth : Semakin besar bandwidth, semakin banyak data yang dapat ditransmisikan.
  • Loss (Redaman) : Diukur dalam dB/km, semakin rendah nilainya, semakin baik kualitas kabel.
  • Jangkauan maksimal : Menentukan seberapa jauh sinyal bisa dikirim tanpa repeater.

Memahami spesifikasi ini akan membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan kebutuhan teknis yang spesifik.

5. Mempertimbangan Kondisi Lingkungan

Salah satu aspek yang sering diabaikan dalam cara memilih kabel fiber optik yang bagus adalah menyesuaikan kabel dengan lingkungan tempat pemasangan. Misalnya:

  • Untuk pemasangan di luar ruangan, pilih kabel dengan pelindung tahan UV dan tahan air.
  • Untuk area dengan gangguan elektromagnetik tinggi, pilih kabel dengan pelindung tambahan seperti shielded fiber .
  • Untuk daerah bersuhu ekstrem, pastikan kabel memiliki lapisan tahan panas atau tahan beku.

Menyesuaikan kabel dengan kondisi lingkungan akan memperpanjang masa pakai serta menjaga kinerja jaringan tetap optimal.

6. Gunakan Merek Terkemuka

Meskipun harga menjadi pertimbangan, memilih produk dari merek terpercaya adalah bagian penting dari strategi cara memilih kabel fiber optik yang bagus . Merek-merek yang memiliki reputasi baik biasanya lebih konsisten dalam hal kualitas produksi, layanan purna jual, serta dukungan teknis.

Beberapa merek global yang dikenal antara lain Corning, CommScope, dan Furukawa. Di pasar lokal pun sudah banyak distributor resmi yang menawarkan kabel dengan kualitas internasional.

7. Mengingat Kemudahan Instalasi

Faktor ergonomi juga penting, terutama untuk instalasi dalam jumlah besar atau proyek jangka panjang. Kabel yang lentur, ringan, dan mudah dilepas akan sangat mempermudah proses pemasangan dan mengurangi potensi kerusakan selama instalasi.

Selain itu, memilih kabel dengan kode warna standar pada inti serat akan memudahkan proses identifikasi dan pemeliharaan di kemudian hari.

8. Perhatikan Harga dan Garansi

Harga tentu menjadi pertimbangan utama, tetapi jangan terkecoh dengan penawaran murah yang tidak menjamin kualitas. Pastikan harga sebanding dengan fitur dan ketahanan produk. Garansi juga menjadi indikator penting bahwa produsen percaya terhadap kualitas produknya.

Selalu bandingkan beberapa pilihan dari segi harga, fitur, dan masa garansi untuk memastikan keputusan pembelian yang rasional dan efisien.



sumber artikel: https://gbs-indonesia.co.id/news/cara-memilih-kabel-fiber-optik-yang-bagus


Jenis-jenis Kabel Fiber Optik

 







1. Kabel Fiber Optik Single-Mode (SMF)

Deskripsi: Kabel fiber optik single-mode dirancang untuk mentransmisikan cahaya melalui satu mode gelombang dengan diameter inti yang sangat kecil, biasanya sekitar 8-10 mikron. Kabel ini menggunakan laser sebagai sumber cahaya, yang memungkinkan transmisi data pada jarak yang sangat jauh.

Fungsi: Kabel single-mode ideal untuk aplikasi yang memerlukan transmisi data jarak jauh, seperti dalam jaringan telekomunikasi, kabel backbone, dan koneksi antara data center. Kabel ini menawarkan kecepatan tinggi dan rendahnya pengurangan sinyal, sehingga cocok untuk jaringan yang membutuhkan bandwidth besar dan latensi rendah.

Kelebihan:

  • Kemampuan transmisi jarak jauh yang sangat baik.
  • Kecepatan transfer data tinggi.
  • Kualitas sinyal yang stabil dan meminimalkan interferensi.

Kekurangan:

  • Biaya pemasangan yang lebih tinggi.
  • Instalasi dan perawatan yang memerlukan keterampilan khusus.

2. Kabel Fiber Optik Multi Mode (MMF)

Deskripsi: Kabel fiber optik multi-mode memiliki diameter inti yang lebih besar, biasanya sekitar 50-62,5 mikron, yang memungkinkan cahaya untuk dipandu melalui berbagai mode gelombang. Kabel ini biasanya menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan cocok untuk jarak transmisi yang lebih pendek.

Fungsi: Kabel multi-mode sering digunakan dalam jaringan lokal (LAN), jaringan data center, dan aplikasi kampus. Mereka ideal untuk transmisi data pada jarak pendek hingga menengah dengan kecepatan tinggi, seperti dalam jaringan internal atau sistem komunikasi dalam gedung.

Kelebihan:

  • Biaya lebih rendah dibandingkan dengan kabel single-mode.
  • Instalasi yang lebih mudah dan kurang sensitif terhadap kesalahan.
  • Baik untuk transmisi data pada jarak pendek hingga menengah.

Kekurangan:

  • Kemampuan transmisi jarak jauh terbatas.
  • Kecepatan transfer data dapat menurun pada jarak yang lebih panjang.

Baca Juga: Ini Dia Jurusan S1 di Luar Negeri Favorit Orang Indonesia

3. Kabel Fiber Optik Single-Mode dan Multi-Mode dalam Kabel yang Sama (Hybrid)

Deskripsi: Kabel fiber optik hybrid menggabungkan serat single-mode dan multi-mode dalam satu kabel. Ini memungkinkan permulaan dalam aplikasi yang memerlukan kombinasi dari kedua jenis serat untuk memenuhi berbagai kebutuhan transmisi data.

Fungsi: Kabel hybrid sering digunakan dalam jaringan yang memerlukan konektivitas fleksibel untuk berbagai jenis aplikasi, seperti jaringan kampus besar atau sistem komunikasi yang menghubungkan berbagai lokasi dengan kebutuhan bandwidth yang berbeda.

Kelebihan:

  • Fleksibilitas untuk berbagai aplikasi.
  • sinyal penggunaan serat single-mode dan multi-mode dalam satu kabel.
  • Mengurangi kebutuhan untuk memisahkan kabel dan mempermudah instalasi.

Kekurangan:

  • Biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel serat optik tunggal.
  • Instalasi yang mungkin lebih kompleks.

4. Kabel Fiber Optik dengan Selubung (Kabel Fiber Optic Lapis Baja)

Deskripsi: Kabel fiber optik berlapis pelindung (armored) dilindungi dengan lapisan logam atau bahan tahan lama lainnya untuk melindungi serat dari kerusakan fisik, seperti gigitan hewan, dampak mekanis, atau kondisi lingkungan yang ekstrem.

Fungsi: Kabel berlapis pelindung ideal untuk aplikasi di luar ruangan, atau dalam lingkungan yang rentan terhadap kerusakan fisik. Mereka sering digunakan dalam instalasi di bawah tanah, saluran kabel, atau area dengan risiko kerusakan mekanis.

Kelebihan:

  • Perlindungan tambahan terhadap kerusakan fisik.
  • Cocok untuk instalasi di luar ruangan atau lingkungan keras.

Kekurangan:

  • Biaya lebih tinggi dibandingkan dengan kabel fiber optik standar.
  • Instalasi mungkin memerlukan alat khusus untuk penanganannya.




sumber aktikel:https://csirt.teknokrat.ac.id/mengenal-jenis-jenis-kabel-fiber-optik-dan-fungsinya-dalam-jaringan/

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Spl...