Minggu, 18 Oktober 2026

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula | Linux.Code

LINUX • COMMAND LINE • BEGINNER

Mastering Linux
Basic Commands

Belajar 40 perintah dasar Linux untuk mengelola file, folder, sistem, dan jaringan melalui terminal. Mulai dari nol dan praktikkan sendiri!

🔴 🟡 🟢   terminal — bash
user@linux:~$ pwd
/home/user
user@linux:~$ ls
Documents   Downloads   Projects
user@linux:~$ _

01 / Pengenalan Linux

Linux adalah sistem operasi yang banyak digunakan pada komputer, server, dan perangkat jaringan. Salah satu cara mengoperasikannya adalah melalui CLI (Command Line Interface), yaitu antarmuka berbasis teks untuk menjalankan perintah.

Dengan mempelajari perintah dasar Linux, kita bisa berpindah direktori, membuat dan mengelola file, memeriksa informasi sistem, serta melakukan beberapa tugas administrasi dan jaringan.

TIP PEMULA: Ketik perintah dengan benar, lalu tekan Enter. Perhatikan hasilnya sebelum melanjutkan. Contoh di bawah ini dapat berbeda sesuai distribusi Linux yang digunakan.

1. Pengertian Linux

Linux adalah sistem operasi berbasis kernel Linux yang digunakan pada berbagai perangkat, mulai dari komputer, server, perangkat jaringan, hingga sistem tertanam. Linux memiliki banyak distribusi, seperti Ubuntu, Debian, Fedora, dan Linux Mint.

Linux banyak digunakan karena fleksibel, mendukung berbagai kebutuhan komputasi, dan tersedia dalam banyak pilihan perangkat lunak sumber terbuka.

Apa itu distribusi Linux?

Distribusi Linux atau distro adalah sistem operasi yang menggabungkan kernel Linux dengan berbagai perangkat lunak dan alat pengelolaan sistem. Contohnya Ubuntu, Debian, Fedora, dan Kali Linux.

2. Apa Itu Terminal dan Shell?

Terminal adalah aplikasi yang digunakan untuk berinteraksi dengan sistem melalui teks. Shell adalah program yang membaca dan menjalankan perintah yang kita ketikkan. Contoh shell yang umum digunakan adalah Bash.

Melalui terminal, pengguna dapat mengelola file, menjalankan aplikasi, memeriksa sistem, serta melakukan administrasi jaringan.

user@linux:~$ pwd
/home/user

Penjelasan contoh di atas:

  • user adalah nama pengguna.
  • linux adalah nama komputer pada contoh tersebut.
  • ~ menunjukkan direktori home pengguna.
  • $ biasanya menunjukkan prompt pengguna biasa.
  • pwd adalah perintah yang dijalankan.

3. Struktur Direktori Linux

Linux menggunakan struktur direktori berbentuk pohon. Direktori paling atas disebut root dan ditulis dengan tanda garis miring (/).

DirektoriFungsi
/Direktori utama sistem Linux.
/homeTempat direktori pribadi pengguna biasa.
/rootDirektori home untuk pengguna root.
/etcMenyimpan banyak berkas konfigurasi sistem.
/binBerisi perintah penting; pada distro modern dapat berupa tautan ke /usr/bin.
/varMenyimpan data yang berubah, misalnya sebagian log.
/tmpTempat menyimpan file sementara.
/usrBerisi banyak aplikasi, pustaka, dan data pendukung.
/devBerisi berkas perangkat yang digunakan sistem.
/bootBerisi berkas yang dibutuhkan untuk proses boot.

4. Aturan Dasar Penulisan Perintah

Perintah Linux biasanya ditulis menggunakan nama perintah, diikuti opsi dan argumen jika diperlukan.

perintah [opsi] [argumen]
  • Perintah: program atau tindakan yang akan dijalankan.
  • Opsi: pengaturan tambahan, biasanya diawali tanda minus.
  • Argumen: file, folder, atau objek yang ingin diproses.

Contoh penggunaan

ls -l Documents

Artinya, perintah ls digunakan untuk menampilkan isi direktori, opsi -l menampilkan informasi dalam format panjang, sedangkan Documents adalah direktori yang diperiksa.

Perlu diingat: Linux umumnya membedakan huruf besar dan kecil. Nama File.txt dan file.txt dapat dianggap sebagai dua nama yang berbeda.

5. Praktik Dasar Linux

Berikut latihan sederhana untuk memahami navigasi direktori dan pembuatan file.

Langkah 1 — Periksa lokasi

pwd

Perintah ini menunjukkan direktori tempat kamu berada.

Langkah 2 — Lihat isi direktori

ls

Periksa file dan folder yang tersedia.

Langkah 3 — Buat folder latihan

mkdir latihan

Folder latihan dibuat di direktori saat ini. Jika nama tersebut sudah digunakan, pilih nama folder lain.

Langkah 4 — Masuk ke folder

cd latihan

Langkah 5 — Buat file

touch belajar.txt

Langkah 6 — Periksa hasil

ls

Jika berhasil, file belajar.txt akan terlihat di daftar isi folder.

02 / Daftar 40 Perintah Linux

Pilih nama perintah untuk menuju materi yang ingin dipelajari.

01

pwd

Menampilkan lokasi direktori yang sedang digunakan.

CONTOH PERINTAH
pwd
02

ls

Menampilkan daftar file dan folder dalam direktori.

CONTOH PERINTAH
ls
ls -l
ls -a
03

cd

Berpindah ke direktori lain atau kembali satu tingkat.

CONTOH PERINTAH
cd Documents
cd ..
cd ~
04

mkdir

Membuat direktori atau folder baru.

CONTOH PERINTAH
mkdir proyek
mkdir latihan-linux
05

touch

Membuat file kosong jika file belum ada.

CONTOH PERINTAH
touch catatan.txt
touch index.html
06

cp

Menyalin file atau direktori ke lokasi lain.

CONTOH PERINTAH
cp catatan.txt salinan.txt
cp -r proyek backup
07

mv

Memindahkan file atau mengganti nama file.

CONTOH PERINTAH
mv catatan.txt Documents/
mv lama.txt baru.txt
08

rm

Menghapus file. Periksa nama file sebelum menjalankan perintah.

CONTOH PERINTAH
rm catatan.txt
09

cat

Menampilkan isi file teks melalui terminal.

CONTOH PERINTAH
cat catatan.txt
10

clear

Membersihkan tampilan terminal agar lebih rapi.

CONTOH PERINTAH
clear
11

whoami

Menampilkan nama pengguna yang sedang aktif.

CONTOH PERINTAH
whoami
12

date

Menampilkan tanggal dan waktu sistem.

CONTOH PERINTAH
date
13

man

Membuka dokumentasi penggunaan perintah Linux. Tekan q untuk keluar.

CONTOH PERINTAH
man ls
man mkdir
14

--help

Melihat petunjuk singkat dan opsi suatu perintah.

CONTOH PERINTAH
ls --help
cp --help
15

echo

Menampilkan teks atau nilai variabel di terminal.

CONTOH PERINTAH
echo "Hello Linux"
echo $HOME
16

head

Menampilkan bagian awal file teks, biasanya 10 baris pertama.

CONTOH PERINTAH
head catatan.txt
head -n 5 catatan.txt
17

tail

Menampilkan bagian akhir file teks.

CONTOH PERINTAH
tail catatan.txt
tail -n 5 catatan.txt
18

grep

Mencari teks tertentu di dalam file.

CONTOH PERINTAH
grep "Linux" catatan.txt
grep -n "error" log.txt
19

find

Mencari file atau direktori berdasarkan nama dan kriteria.

CONTOH PERINTAH
find . -name "catatan.txt"
find . -type d
20

wc

Menghitung jumlah baris, kata, dan byte dalam file.

CONTOH PERINTAH
wc catatan.txt
wc -l catatan.txt
21

sort

Mengurutkan baris teks berdasarkan urutan tertentu.

CONTOH PERINTAH
sort nama.txt
sort -r nama.txt
22

chmod

Mengubah hak akses file atau direktori.

CONTOH PERINTAH
chmod u+x script.sh
chmod 644 catatan.txt
23

chown

Mengubah pemilik file atau direktori jika memiliki izin yang sesuai.

CONTOH PERINTAH
chown user:group file.txt
24

du

Memeriksa perkiraan penggunaan ruang penyimpanan file atau folder.

CONTOH PERINTAH
du -sh Documents
du -h
25

df

Menampilkan kapasitas dan ruang kosong sistem file.

CONTOH PERINTAH
df -h
26

free

Melihat penggunaan memori RAM dan swap.

CONTOH PERINTAH
free -h
27

uptime

Menampilkan lama sistem berjalan dan informasi beban sistem.

CONTOH PERINTAH
uptime
28

uname

Menampilkan informasi kernel dan sistem operasi.

CONTOH PERINTAH
uname -a
uname -r
29

ps

Menampilkan informasi proses yang sedang berjalan.

CONTOH PERINTAH
ps
ps aux
30

top

Memantau proses dan penggunaan sumber daya secara langsung. Tekan q untuk keluar.

CONTOH PERINTAH
top
31

kill

Mengirim sinyal ke proses berdasarkan nomor PID.

CONTOH PERINTAH
kill 1234
32

ping

Menguji keterjangkauan host jaringan. Hentikan dengan Ctrl+C jika diperlukan.

CONTOH PERINTAH
ping -c 4 example.com
33

ip

Melihat informasi antarmuka, alamat IP, dan rute jaringan.

CONTOH PERINTAH
ip addr
ip route
34

ssh

Mengakses komputer atau server lain secara aman melalui jaringan jika layanan SSH tersedia.

CONTOH PERINTAH
ssh user@192.168.1.10
35

tar

Menggabungkan file ke arsip atau mengekstrak arsip tar.

CONTOH PERINTAH
tar -cvf arsip.tar Documents/
tar -xvf arsip.tar
36

which

Menampilkan lokasi program yang ditemukan melalui PATH.

CONTOH PERINTAH
which python
which ls
37

history

Melihat daftar perintah yang pernah dijalankan di shell.

CONTOH PERINTAH
history
38

su

Beralih ke akun pengguna lain jika diizinkan.

CONTOH PERINTAH
su - username
39

sudo

Menjalankan perintah dengan hak istimewa jika akun memiliki izin.

CONTOH PERINTAH
sudo apt update
40

apt

Mengelola paket aplikasi pada distro berbasis Debian, seperti Ubuntu.

CONTOH PERINTAH
apt search nama-paket
sudo apt update

03 / Perhatian Saat Menggunakan Linux

⚠ Hati-hati dengan perintah rm!
Perintah penghapusan dapat menghilangkan file. Periksa nama file dan lokasi direktori sebelum menjalankan perintah. Jangan mencoba penghapusan paksa pada sistem yang belum kamu pahami.
⚠ Gunakan sudo dengan bijak.
Hak administrator dapat mengubah sistem. Jalankan hanya perintah yang kamu pahami dan perlukan.

04 / Latihan Mandiri

Praktikkan perintah berikut di Linux.

  1. Gunakan pwd untuk mengetahui lokasi saat ini.
  2. Gunakan ls untuk melihat isi direktori.
  3. Buat folder bernama latihan menggunakan mkdir.
  4. Masuk ke folder tersebut dengan cd latihan.
  5. Buat file kosong menggunakan touch belajar.txt.
  6. Gunakan ls untuk memastikan file sudah dibuat.
  7. Tampilkan nama pengguna dengan whoami.
  8. Periksa informasi sistem dengan uname -a.
URUTAN LATIHAN
pwd
ls
mkdir latihan
cd latihan
touch belajar.txt
ls
whoami
uname -a

05 / Kesimpulan

Perintah dasar Linux membantu pengguna mengelola file dan folder, membaca isi file, mencari informasi, memeriksa proses, serta mengenali kondisi sistem dan jaringan.

Mulailah dengan perintah sederhana seperti pwd, ls, cd, dan mkdir. Setelah memahami dasarnya, lanjutkan dengan perintah administrasi dan jaringan. Berlatih secara rutin akan membantu meningkatkan keterampilan Linux untuk pemrograman, server, dan jaringan komputer.

Minggu, 06 September 2026

Administrasi User Linux Debian

 

Administrasi User Linux Debian


Sebelumnya server Debian diinstalisasi  tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI). 

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem. 

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan 
2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login


2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan  passwordnya


3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai  super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4. Perintah adduser  
Perintah  adduser  digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik  adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5. Perintah logout
Ketikkan  logout  untuk keluar dari sesi root. 


6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru  
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja  dibuat, dalam kasus ini nama  penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.


Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai  root, prompt dari command line berbentuk 
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda  ~  atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7. Perintah userdel -r
 Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,

Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan  perintah userdel  –r <nama_pengguna>  untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga  kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.


Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan  groupdel <nama_group>  digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :






9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.



10. Perintah  ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.


Perintah  ls <nama_direktori>  digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori. 

11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah  cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif. 

12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah  mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan  ls. Apabila perintah  ls  digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls  akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>. 
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan  ls  –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya, 


Suplemen
1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10
3. File Hirarki pada Linux

Administrasi File Linux Debian

 

Minggu, 30 September 2018

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File

Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod

Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.

1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.


2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,


5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.

Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.

===============================
Suplemen






Selasa, 11 Agustus 2026

Jobsheet 12.03 Menginstal Debian 917 Hanyfa Aira Anggraini

 JOB SHEET

SMK TUNAS HARAPAN PATI



Program KeahlianMata PelajaranKode Mata Pelajaran
Teknik Komputer dan JaringanJaringan Komputer12.03/Jarkom/2627
Tingkat / KelasMateri PokokWaktu Pembelajaran
XII TJKT 1Menginstal Sistem Operasi Jaringan8 x 45 Menit


Nama JobsheetTanggal Praktikum
Menginstal Linux DebianAgustus 2026
Nama SiswaKode Score
    Hanyfa Aira Anggraini



I. TUJUAN
1. Siswa mengenal Sistem Operasi Jaringan
2. Siswa mengenal Sistem Operasi Linux Debian
3. Siswa mampu Menginstal Linux Debian

 

II. ALAT DAN BAHAN
1. LCD Proyektor
2. PC atau Laptop yang telah terinstal Windows 7, Windows 8 atau Windows 10
3. Panduan Menginstal Linux Debian

 

III. KESELAMATAN KERJA
1. Menghidupkan PC atau Laptop sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Mengatur kabel power serapi mungkin
3. Menggunakan kaca mata pelindung radiasi
4. Menggunakan screen monitor untuk keamanan data
5. Membackup data data penting ke memori eksternal
6. Mematikan komputer sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan

IV. LANGKAH KERJA


1.  Sebelum melakukan instalasi Linux Debian, mulai dulu dengan tampilan Virtual Box yang telah terinstal Virtual Machine seperti yang nampak pada gambar di bawah ini :









Untuk memulai instalasi Linux Debian, klik tombol Start yang terletak pada bagian atas pada gambar di atas ! 
Selanjutnya muncul tampilan Select Start-up disk seperti gambar di bawah ini, untuk memilih lokasi file debian 6.05.iso disimpan dengan menekan tombol di sebelah kanan di atas tombol Cancel









Muncul tampilan lokasi file debian 6.05.iso disimpan: Pilih file tersebut dan klik tombol Open






Muncul tampilan sebagai berikut :









Selanjutnya gunakan cara Manual, bukan Graphical, dengan memilih  Install. dan tekan tombol Enter pada Keyboard.


2. Selanjutnya muncul Menu Select a language dan sub menu Choose the language to be used for the installation process. Ini berarti memilih Bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi. Misalnya memilih Indonesia. Kemudian Tekan ENTER.






3. Selanjutnya muncul Menu Select your location dan sub menu Country, territory or area. Ini berarti memilih lokasi yang akan digunakan selama proses instalasi. Lalu Tekan ENTER. 







4. Selanjutnya muncul Menu Select a keyboard layout dan sub menu Keymap to use. Ini berarti memilih layout Keyboard yang akan digunakan selama proses instalasi. Lalu Tekan ENTER. 




Selanjutnya muncul Menu Loading additional components dan sub menu Retrieving partman-basicfilesystems. Tunggu sampai proses mencapai 100 %




5. Selanjutnya muncul Menu Configure the network dan sub menu Please enter the hostname for this system dan Hostname. Ini berarti memberi nama Host, Misalnya ditulis nilai defaultnya yaitu debian. Kemudian pilih Continue. 







Masih pada menu Configure the network selanjutnya muncul sub menu Please enter the hostname for this system dan Domainname. Ini berarti memberi nama Host, Misalnya ditulis nilai defaultnya sama seperti sebelumnya yaitu debian. Kemudian pilih Continue. 







6. Selanjutnya muncul Menu Set up users and passwords dan sub menu Root password. Ini berarti memasukkan Kata Sandi Root. Kemudian pilih Continue.






Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Re-enter password to verify . Ini berarti memasukkan kembali kata sandi untuk verifikasi, Kemudian pilih Continue.





Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Full name for the new user. Ini berarti memasukkan nama user baru secara lengkap, Kemudian pilih Continue. 





Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Username for your account. Ini berarti memasukkan nama sebuah akun, Kemudian pilih Continue. 





Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Choose a password for the new user . Ini berarti memasukkan Kata Sandi untuk user baru, Kemudian pilih Continue. 






Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Re-enter password to verify. Ini berarti memasukkan kembali Kata Sandi untuk Verifikasi, Kemudian pilih Continue. 





7. Selanjutnya muncul Menu Setting Up the Clock dan sub menu Getting the time from a network time server. Tunggu sampai proses mencapai 100 %




8. Selanjutnya muncul Menu Configure the clock dan sub menu Select your time zone . Ini berarti memilih Zona Waktu yang akan digunakan. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi






9. Selanjutnya muncul Menu Loading additional components dan sub menu Retrieving partman-lvm. Tunggu sampai proses mencapai 100 %



10. Selanjutnya muncul Menu Partition disks dan sub menu Partitioning methode. Ini berarti memilih Metoda Partisi yang akan digunakan. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi





Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Select disk to partition. Ini berarti memilih Harddisk yang akan dipartisi. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi






Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Partitioning scheme. Ini berarti memilih salah satu skema Partisi, Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.





Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Select a partition to modify its setting. Ini berarti memilih salah satu Partisi agar dapat mengubah settingnya. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.




Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Write the changes to disks ?. Ini berarti memilih apakah akan disimpan ke disk ?. Pilih Yes kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.





11. Selanjutnya muncul Menu Installing the base system. Tunggu sampai proses mencapai 100 %





12. Selanjutnya muncul Menu Configure the package manager dan sub menu Scan another CD or DVD ?. Ini berarti memilih akan memindai (menscan ) CD atau DVD lainnya ? Pilih No kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi




Masih pada menu Configure the package manager  selanjutnya muncul sub menu  Use a network mirror ?. Ini berarti memilih apakah akan menggunakan suatu jaringan cermin (mirror)? Pilih No kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.
Lihat tautan : http://ghadinkz23.blogspot.com/2010/09/pengertian-mirror.html

 


          Pilih negara selain Indonesia, karena Indonesia negara yang kalian jadikan main. Maka, mirror              nya harus selain negara asal (Indonesia)


        Pilih yang paling atas alias deb.debian.org




13. Selanjutnya muncul Menu Select and install. Tunggu sampai proses mencapai 100 %


        Jika muncul pilihan proxy kalian skip/ lanjut saja, karena kita tidak menggunakan proxy



14. Selanjutnya muncul Menu Configuring popularity-contest dan sub menu  Participate in the package usage survey ?. Ini berarti memilih akan berpartisi dalam survey Penggunaan Paket Debian?  Pilih No kemudian tekan Enter.




15. Selanjutnya muncul Menu Software Selection dan sub menu  Choose software to install ?. Ini berarti memilih Perangkat perangkat lunak internal yang ingin diinstall  Pilih software yang paling bawah yaitu Standard System Utilities dengan menekan tombol Spacebar di keyboard untuk memilih dan menghapus pilihan. Pilih Continue dan tekan ENTER.
Pilihan ini menentukan bahwa Debian akan bekerja berbasis CLI





16. Selanjutnya muncul Menu Select and install software dan sub menu  Retrieving file 86 of 112  ?. Tunggu sampai proses mencapai 100 %



17. Selanjutnya muncul Menu Install the GRUB boot loader on a harddisk dan sub menu Install the GRUB boot loader to the master boot record ? Ini berarti memilih akan memasang boot loader GRUB master pada boot record ?  Pilih Yes kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi



        Pilih yang karena disk anda merupakan disk virtual buakn disk asli pada laptop atau device anda            secara langsung




18. Selanjutnya muncul Menu Installing GRUB boot loader dan sub menu Running "update-grub" ? Tunggu sampai proses mencapai 100 %




19. Selanjutnya muncul Menu Finish the installation dan sub menu Installation Complete Pilih Continue dan tekan ENTER.


20. Selanjutnya muncul Tampilan Debian Login dan Instalasi Linux selesai







V. PERTANYAAN
 1. Sebutkan 3 Installer Boot Menu Pada Saat Menginstal Debian ! 

 2. Menu Apa Yang Digunakan Untuk Penginstalan Debian Secara Manual ?

 3. Jelaskan Pesan Instalasi Berikut Ini :

Choose The Language To Be Used For The Installation Process. The Selected Language  Will Also Be The Default Language  For The Installed System 

 4. Sebutkan Kepanjangan Dari Dns ! 

 5. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Root Password !

 6. Sebutkan 3 Jenis Partisi Yang Digunakan Dalam Server Linux Debian  !   

 7. Sebutkan 3 Metode Partisi Dalam Instalasi Debian ! 

 8. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Network Mirror ! 

 9. Sebutkan Syarat Menggunakan Network Mirror ! 

10. Tuliskan Kepanjangan FAT, NTFS, CLI dan GUI  


VI. JAWABAN PERTANYAAN
  1. 3 installer boot menu saat menginstal Debian:
    • Install
    • Graphical Install
    • Advanced Options
  2. Menu yang digunakan untuk penginstalan Debian secara manual:
    Manual Partitioning atau Manual pada bagian Partition Disks.
  3. Arti pesan instalasi:
    “Choose The Language To Be Used For The Installation Process. The Selected Language Will Also Be The Default Language For The Installed System.”
    Artinya: Pilih bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi. Bahasa yang dipilih juga akan menjadi bahasa default pada sistem yang telah diinstal.
  4. DNS adalah singkatan dari Domain Name System.
  5. Root Password adalah kata sandi untuk akun root, yaitu akun administrator yang memiliki hak akses penuh untuk mengatur dan mengelola sistem Linux.
  6. 3 jenis partisi yang digunakan dalam server Linux Debian:
    • / (Root) → tempat sistem utama Debian.
    • /home → tempat menyimpan data dan file pengguna.
    • swap → digunakan sebagai memori virtual ketika RAM tidak mencukupi.
  7. 3 metode partisi dalam instalasi Debian:
    • Guided – use entire disk (otomatis menggunakan seluruh disk)
    • Guided – use entire disk and set up LVM
    • Manual (partisi secara manual)
  8. Network Mirror adalah server yang menyediakan salinan paket-paket Debian melalui jaringan/internet. Network mirror digunakan untuk mengambil dan menginstal paket tambahan atau pembaruan selama proses instalasi Debian.
  9. Syarat menggunakan Network Mirror:
    • Komputer/server terhubung ke jaringan atau internet.
    • Memiliki konfigurasi jaringan yang benar, seperti IP address dan gateway.
    • Dapat mengakses server mirror Debian.
    • Memiliki koneksi internet yang cukup stabil.
  10. Kepanjangan:
  • FAT = File Allocation Table
  • NTFS = New Technology File System
  • CLI = Command Line Interface
  • GUI = Graphical User Interface

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula | Linux.Code

LINUX • COMMAND LINE • BEGINNER Mastering Linux Basic Commands Belajar 40 perintah dasar Linux untuk mengelola file, fo...