Selasa, 25 November 2025

PRAKTIKUM PERHITUNGAN VLSM

 

pada network 192.168.10.0/25 dengan kebutuhan:

  • Subnet A = 60 host

  • Subnet B = 24 host

  • Subnet C = 12 host

  • Subnet D = 5 host


VLSM Lengkap — 192.168.10.0/25 (Alokasi untuk Subnet A–D)

1. Ringkasan Langkah (Algoritma singkat)

  1. Hitung kebutuhan usable host tiap subnet.

  2. Urutkan kebutuhan dari besar → kecil.

  3. Untuk tiap kebutuhan: pilih prefix terkecil yang memenuhi kebutuhan (usable = 2^n − 2).

  4. Alokasikan blok alamat dari network awal ke arah atas, jangan buat celah.

  5. Catat network, netmask, usable range, broadcast. Sisakan cadangan jika ada ruang.

2. Kebutuhan & Pemilihan Prefix

Kebutuhan usable host → pilih prefix:

  • Subnet A: 60 host → butuh ≥ 60 → nearest block = 64 addresses → prefix /26 (64 total, 62 usable)
    /26 memberikan 62 usable (cukup untuk 60).

  • Subnet B: 24 host → butuh ≥ 24 → nearest block = 32 addresses → prefix /27 (32 total, 30 usable)

  • Subnet C: 12 host → butuh ≥ 12 → nearest block = 16 addresses → prefix /28 (16 total, 14 usable)

  • Subnet D: 5 host → butuh ≥ 5 → nearest block = 8 addresses → prefix /29 (8 total, 6 usable)

 Semua alokasi harus berada di dalam parent network 192.168.10.0/25 (range .0 – .127).

3. Perhitungan Bit / Mask (singkat)

  • /25 parent: mask 255.255.255.128 → addresses .0–.127 (128 total, 126 usable)

  • /26: mask 255.255.255.192 → block size 64 (256−192 = 64) → usable 62

  • /27: mask 255.255.255.224 → block size 32 → usable 30

  • /28: mask 255.255.255.240 → block size 16 → usable 14

  • /29: mask 255.255.255.248 → block size 8 → usable 6


4. Hasil Alokasi (urut dari awal 192.168.10.0)

Semua alokasi dimulai dari 192.168.10.0 berjalan naik tanpa celah sampai ruang habis.

 

SubnetPrefixNetmaskWildcardNetworkUsable IP RangeBroadcastTotal AddrUsable HostsRekom. Gateway
Subnet A/26255.255.255.1920.0.0.63192.168.10.0192.168.10.1 – 192.168.10.62192.168.10.636462192.168.10.1
Subnet B/27255.255.255.2240.0.0.31192.168.10.64192.168.10.65 – 192.168.10.94192.168.10.953230192.168.10.65
Subnet C/28255.255.255.2400.0.0.15192.168.10.96192.168.10.97 – 192.168.10.110192.168.10.1111614192.168.10.97
Subnet D/29255.255.255.2480.0.0.7192.168.10.112192.168.10.113 – 192.168.10.118192.168.10.11986192.168.10.113
Cadangan/29255.255.255.2480.0.0.7192.168.10.120192.168.10.121 – 192.168.10.126192.168.10.12786192.168.10.121


5. Diagram Alokasi (visual teks, urut dari awal)


Parent: 192.168.10.0/25   (addresses .0 - .127)

[ 192.168.10.0/26  ]  Subnet A (64 addr)    -> .0  -  .63
   usable:  .1  -  .62
   bcast:  .63

[ 192.168.10.64/27 ]  Subnet B (32 addr)    -> .64 -  .95
   usable:  .65 -  .94
   bcast:  .95

[ 192.168.10.96/28 ]  Subnet C (16 addr)    -> .96 -  .111
   usable:  .97 - .110
   bcast: .111

[ 192.168.10.112/29]  Subnet D (8 addr)     -> .112 - .119
   usable: .113 - .118
   bcast: .119

[ 192.168.10.120/29]  Cadangan (8 addr)     -> .120 - .127
   usable: .121 - .126
   bcast: .127

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic

 




Mengenal Prinsip dan Cara Kerja Fiber Optik 

 

Fiber Optik adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan digunakan sebagai media transmisi, karena dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat yang lainnya dengan kecepatan sangat tinggi.

Cara kerja fiber optik salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan penyusunnya untuk memperoleh refleksi maupun pantulan cahaya total yang tinggi. 

Dari cermin inilah data bakal ditransmisikan lebih cepat pada jarak yang tak terbatas. 

Sementara, fiber optik sendiri merupakan kabel yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi cahaya kemudian mengalirkannya dari satu titik ke titik berikutnya. 


Bagaimana Cara Kerja Fiber Optik Hingga Kelebihan dan Kekurangannya 


Fiber optik kerap digunakan untuk jaringan internet karena mensuport proses transmisi dengan sangat cepat.  

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fiber optik memiliki sistem kerja yang berbeda dari kabel biasanya. 

Jika kebanyakan kabel menggunakan aliran listrik untuk mentransmisikan data maka, fiber optik memakai aliran cahaya. 

Aliran cahaya inilah yang kemudian dikonversikan agar tak terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik. 

Fiber optik umumnya memanfaatkan serat kaca sebagai bahan pembuatnya.  

Serat kaca akan memperoleh refleksi maupun pantulan cahaya total yang tinggi dari cermin yang kemudian akan meneruskan data. 

Pantulan cahaya itu diperoleh melalui cahaya yang menjalari serat kaca pada sudut yang rendah. 

Cara kerja fiber optik juga dipengaruhi oleh efisiensi pantulan cahaya yang disajikan oleh kemurnian bahan penyusunnya. 

Semakin murni bahan cermin yang digunakan maka penyerapan cahaya akan semakin sedikit oleh fiber optik. 

Minimnya penyerapan tersebut justru akan menghasilkan pantulan cahaya yang tinggi. 


Keunggulan Fiber Optik 


Setelah mengetahui prinsip kerja fiber optik, Anda juga perlu memahami kelebihan hingga kekurangan pada alat tersebut.  

Kelebihan fiber optik ialah memiliki kecepatan transmisi yang tinggi berkapasitas 1GB/detik. Sistem mampu mentransmisikan data jarak jauh tanpa adanya sinyal. 

Bahan terbuat dari kaca dan plastik sehingga tahan karat. Selain itu ukuran kabel juga kecil sehingga fleksibel. 

Kabel ini mampu memanfaatkan gelombang cahaya agar tidak terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik seperti gelombang radio. 

Diketahui fiber optik tidak mengandung aliran listrik. Oleh karenanya kabel ini dapat mencegah kebakaran akibat korsleting. 

Kabel ini juga memiliki keamanan tinggi karena dinilai minim distorsi. 


Kekurangan Fiber Optik  


Salah satu kelemahan kabel ini ialah biaya instalasi dan perawatan dianggap lebih mahal dari jenis kabel biasanya. 

Fiber optik memerlukan sumber cahaya yang kuat dan harus dipasang pada jalur berbelok demi memaksimalkan kecepatan maupun kelancaran transmisi cahaya. 

Demikianlah ulasan terkait Cara kerja fiber optik yang dapat Anda ketahui. Semoga informasi ini bisa membantu Anda. 





SUMBER ARTIKEL: Mengenal prinsip dan cara kerja fiber optik? - https://bif.telkomuniversity.ac.id/mengenal-prinsip-dan-cara-kerja-fiber-optik/

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan.

 





1. Kenali Jenis Kabel Fiber Optik

Langkah pertama dalam memahami cara memilih kabel fiber optik yang bagus adalah mengenali jenis-jenisnya. Secara umum, terdapat dua tipe utama kabel fiber optik:

  • Single-mode : dirancang untuk transmisi jarak jauh, biasanya digunakan dalam koneksi antar kota atau dalam jaringan skala besar. Kabel ini menggunakan cahaya laser sebagai sumber sinyal dan memiliki inti yang sangat kecil.
  • Multi-mode : Cocok untuk jarak pendek, seperti di dalam gedung atau kampus. Kabel ini memakai LED sebagai sumber cahaya dan memiliki diameter inti yang lebih besar.

Pemilihan jenis kabel harus disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Salah memilih tipe dapat menyebabkan inefisiensi jaringan dan pemborosan biaya.

2. Perhatikan Bahan Pelindung

Kabel fiber optik yang bagus hanya unggul dalam kecepatan transmisi, tetapi juga memiliki daya tahan fisik yang tinggi. Oleh karena itu, bahan pelindung atau jaket menjadi aspek penting. Beberapa jenis pelindung umum yang digunakan antara lain:

  • PVC (Polivinil Klorida) : Fleksibel dan ekonomis, cocok untuk penggunaan di dalam ruangan.
  • LSZH (Low Smoke Zero Halogen) : Aman untuk lingkungan tertutup karena tidak mengeluarkan asap beracun saat terbakar.
  • Armored : Diperkuat dengan lapisan logam, cocok untuk area industri atau lokasi yang rawan gangguan fisik.

Memahami kegunaan masing-masing pelindung adalah bagian yang tidak terpisahkan dari cara memilih kabel fiber optik yang bagus untuk lingkungan penggunaan spesifik.

3. Evaluasi Standar dan Sertifikasi

Sebuah kabel fiber optik yang andal harus memenuhi standar teknis dan sertifikasi yang diakui secara internasional, seperti:

  • TIA/EIA-568 : Standar untuk kabel dan konektor jaringan.
  • ISO/IEC 11801 : Standar internasional untuk sistem kabel telekomunikasi.

Kabel yang telah melewati proses sertifikasi umumnya lebih terjamin kualitasnya dan terjamin dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memeriksa label dan dokumentasi adalah bagian penting dari proses cara memilih kabel fiber optik yang bagus .

4. Cek Spesifikasi Teknis Kabel

Spesifikasi teknisnya juga tidak boleh diabaikan. Beberapa parameter penting yang perlu diperhatikan:

  • Bandwidth : Semakin besar bandwidth, semakin banyak data yang dapat ditransmisikan.
  • Loss (Redaman) : Diukur dalam dB/km, semakin rendah nilainya, semakin baik kualitas kabel.
  • Jangkauan maksimal : Menentukan seberapa jauh sinyal bisa dikirim tanpa repeater.

Memahami spesifikasi ini akan membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan kebutuhan teknis yang spesifik.

5. Mempertimbangan Kondisi Lingkungan

Salah satu aspek yang sering diabaikan dalam cara memilih kabel fiber optik yang bagus adalah menyesuaikan kabel dengan lingkungan tempat pemasangan. Misalnya:

  • Untuk pemasangan di luar ruangan, pilih kabel dengan pelindung tahan UV dan tahan air.
  • Untuk area dengan gangguan elektromagnetik tinggi, pilih kabel dengan pelindung tambahan seperti shielded fiber .
  • Untuk daerah bersuhu ekstrem, pastikan kabel memiliki lapisan tahan panas atau tahan beku.

Menyesuaikan kabel dengan kondisi lingkungan akan memperpanjang masa pakai serta menjaga kinerja jaringan tetap optimal.

6. Gunakan Merek Terkemuka

Meskipun harga menjadi pertimbangan, memilih produk dari merek terpercaya adalah bagian penting dari strategi cara memilih kabel fiber optik yang bagus . Merek-merek yang memiliki reputasi baik biasanya lebih konsisten dalam hal kualitas produksi, layanan purna jual, serta dukungan teknis.

Beberapa merek global yang dikenal antara lain Corning, CommScope, dan Furukawa. Di pasar lokal pun sudah banyak distributor resmi yang menawarkan kabel dengan kualitas internasional.

7. Mengingat Kemudahan Instalasi

Faktor ergonomi juga penting, terutama untuk instalasi dalam jumlah besar atau proyek jangka panjang. Kabel yang lentur, ringan, dan mudah dilepas akan sangat mempermudah proses pemasangan dan mengurangi potensi kerusakan selama instalasi.

Selain itu, memilih kabel dengan kode warna standar pada inti serat akan memudahkan proses identifikasi dan pemeliharaan di kemudian hari.

8. Perhatikan Harga dan Garansi

Harga tentu menjadi pertimbangan utama, tetapi jangan terkecoh dengan penawaran murah yang tidak menjamin kualitas. Pastikan harga sebanding dengan fitur dan ketahanan produk. Garansi juga menjadi indikator penting bahwa produsen percaya terhadap kualitas produknya.

Selalu bandingkan beberapa pilihan dari segi harga, fitur, dan masa garansi untuk memastikan keputusan pembelian yang rasional dan efisien.



sumber artikel: https://gbs-indonesia.co.id/news/cara-memilih-kabel-fiber-optik-yang-bagus


Jenis-jenis Kabel Fiber Optik

 







1. Kabel Fiber Optik Single-Mode (SMF)

Deskripsi: Kabel fiber optik single-mode dirancang untuk mentransmisikan cahaya melalui satu mode gelombang dengan diameter inti yang sangat kecil, biasanya sekitar 8-10 mikron. Kabel ini menggunakan laser sebagai sumber cahaya, yang memungkinkan transmisi data pada jarak yang sangat jauh.

Fungsi: Kabel single-mode ideal untuk aplikasi yang memerlukan transmisi data jarak jauh, seperti dalam jaringan telekomunikasi, kabel backbone, dan koneksi antara data center. Kabel ini menawarkan kecepatan tinggi dan rendahnya pengurangan sinyal, sehingga cocok untuk jaringan yang membutuhkan bandwidth besar dan latensi rendah.

Kelebihan:

  • Kemampuan transmisi jarak jauh yang sangat baik.
  • Kecepatan transfer data tinggi.
  • Kualitas sinyal yang stabil dan meminimalkan interferensi.

Kekurangan:

  • Biaya pemasangan yang lebih tinggi.
  • Instalasi dan perawatan yang memerlukan keterampilan khusus.

2. Kabel Fiber Optik Multi Mode (MMF)

Deskripsi: Kabel fiber optik multi-mode memiliki diameter inti yang lebih besar, biasanya sekitar 50-62,5 mikron, yang memungkinkan cahaya untuk dipandu melalui berbagai mode gelombang. Kabel ini biasanya menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan cocok untuk jarak transmisi yang lebih pendek.

Fungsi: Kabel multi-mode sering digunakan dalam jaringan lokal (LAN), jaringan data center, dan aplikasi kampus. Mereka ideal untuk transmisi data pada jarak pendek hingga menengah dengan kecepatan tinggi, seperti dalam jaringan internal atau sistem komunikasi dalam gedung.

Kelebihan:

  • Biaya lebih rendah dibandingkan dengan kabel single-mode.
  • Instalasi yang lebih mudah dan kurang sensitif terhadap kesalahan.
  • Baik untuk transmisi data pada jarak pendek hingga menengah.

Kekurangan:

  • Kemampuan transmisi jarak jauh terbatas.
  • Kecepatan transfer data dapat menurun pada jarak yang lebih panjang.

Baca Juga: Ini Dia Jurusan S1 di Luar Negeri Favorit Orang Indonesia

3. Kabel Fiber Optik Single-Mode dan Multi-Mode dalam Kabel yang Sama (Hybrid)

Deskripsi: Kabel fiber optik hybrid menggabungkan serat single-mode dan multi-mode dalam satu kabel. Ini memungkinkan permulaan dalam aplikasi yang memerlukan kombinasi dari kedua jenis serat untuk memenuhi berbagai kebutuhan transmisi data.

Fungsi: Kabel hybrid sering digunakan dalam jaringan yang memerlukan konektivitas fleksibel untuk berbagai jenis aplikasi, seperti jaringan kampus besar atau sistem komunikasi yang menghubungkan berbagai lokasi dengan kebutuhan bandwidth yang berbeda.

Kelebihan:

  • Fleksibilitas untuk berbagai aplikasi.
  • sinyal penggunaan serat single-mode dan multi-mode dalam satu kabel.
  • Mengurangi kebutuhan untuk memisahkan kabel dan mempermudah instalasi.

Kekurangan:

  • Biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel serat optik tunggal.
  • Instalasi yang mungkin lebih kompleks.

4. Kabel Fiber Optik dengan Selubung (Kabel Fiber Optic Lapis Baja)

Deskripsi: Kabel fiber optik berlapis pelindung (armored) dilindungi dengan lapisan logam atau bahan tahan lama lainnya untuk melindungi serat dari kerusakan fisik, seperti gigitan hewan, dampak mekanis, atau kondisi lingkungan yang ekstrem.

Fungsi: Kabel berlapis pelindung ideal untuk aplikasi di luar ruangan, atau dalam lingkungan yang rentan terhadap kerusakan fisik. Mereka sering digunakan dalam instalasi di bawah tanah, saluran kabel, atau area dengan risiko kerusakan mekanis.

Kelebihan:

  • Perlindungan tambahan terhadap kerusakan fisik.
  • Cocok untuk instalasi di luar ruangan atau lingkungan keras.

Kekurangan:

  • Biaya lebih tinggi dibandingkan dengan kabel fiber optik standar.
  • Instalasi mungkin memerlukan alat khusus untuk penanganannya.




sumber aktikel:https://csirt.teknokrat.ac.id/mengenal-jenis-jenis-kabel-fiber-optik-dan-fungsinya-dalam-jaringan/

Memahami Jaringan Fiber Optic


Jaringan Fiber optik adalah media transmisi fisik penyalur informasi yang mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya dengan konsep hukum optik. Fiber optik beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi, yang umumnya dipakai untuk menghubungkan dua titik jaringan dengan daya besar.

Perkembangan teknologi semakin progresif yang hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan akan lalu lintas dalam pemakaian jasa telekomunikasi, baik itu dari kuantitas maupun kualitas. Sistem yang berusaha dibangun berproyeksi pada tujuan dasar yakni untuk menemukan media transmisi yang dapat menyampaikan informasi sebanyak mungkin dalam waktu yang bersamaan.

Upaya menyediakan media transmisi tersebut mendorong pemikiran dan perencanaan untuk menyediakan suatu metode dengan konsep “ Koneksi Berkecepatan Tinggi ”. Hingga lahirlah sebuah terobosan baru bernama kabel fiber optik.

Secara bertahap moda transmisi serat optik menggantikan manfaat kabel logam berbahan tembaga atau alumunium, dengan segala keunggulan dari kabel fiber optik. 

Apa saja keunggulan dari kabel fiber optik? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Jaringan Fiber Optik?













Secara sederhana, kabel fiber optik adalah kabel yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik menjadi cahaya, yang selanjutnya dialirkan dari sebuah titik (node) ke node yang lain.

Sinyal dari fiber optik diubah menjadi bentuk cahaya melalui pemancar , untuk menyampaikan informasi data menggunakan pulsa cahaya. Transmitter adalah sebuah perangkat yang menjadi wadah awal penerimaan informasi data yang dikirimkan ke fiber optik. Pemancar pada kabel fiber optik umumnya menggunakan LED ( Light Emitting Diode ) atau laser.

Komponen kabel optik terdiri dari gelas silika yang mana unsur kebeningan dan kemurniannya dapat menahan cahaya dalam serat optik, karena bias indeks dari kaca lebih besar daripada indeks bias udara. Strukturnya ditopang oleh empat silinder berbeda ukuran, yaitu:

  1. Inti (inti), sebagai pusat transmisi gelombang cahaya;
  2. Cladding (selimut), sebagai pengarah gelombang cahaya;
  3. Coating (pelapis), plastik elastis yang melindungi core dan cladding ; kemudian
  4. Jaket Luar (pelapis luar), membungkus kabel luar.

Sejarah Kabel Fiber Optik

Jaringan fiber optik pertama kali dipatenkan oleh kumpulan peneliti yaitu Robert Maurer , Donald Keck , dan Peter Schultz . “ Optical Waveguide Fibers ” mampu membawa informasi 65.000 kali lebih banyak daripada kabel tembaga, dimana informasi yang dibawa oleh pola gelombang cahaya tersebut dapat diterjemahkan ke suatu tujuan dalam ribuan mil jauhnya.

Kini, metode dan bahan komunikasi fiber optik yang telah diciptakan membuka jalur pintu menuju komersialisasi fiber optik, beralih dari zaman “layanan telepon jarak jauh” menuju penyebaran informasi berbasis internet.

Anatomi kabel fiber optik terbuat dari serat kaca beserta deskripsi plastik yang lebih halus dari rambut manusia, ketebalannya kurang lebih 120 mikrometer. Berbeda dengan kabel berbahan dasar tembaga, kabel fiber optik tahan terhadap gangguan.

Indeks bias kabel fiber optik sama dengan kecepatan cahaya dalam ruangan hampa udara di bagian dengan kecepatan cahaya pada ruangan medium. 

Seperti yang diungkapkan oleh matematikawan Belanda Willebrord Snellius , bahwa apabila seberkas cahaya masuk pada ujung fiber optik (media transparan) dengan sudut kritis, dan sinar itu datang dari medium yang memiliki indeks bias lebih kecil dari udara, menuju inti fiber optik (kuartz murni) yang mempunyai indeks bias lebih besar, maka seluruh sinar akan merambat sepanjang inti fiber optik menuju ujung yang satu.

Dengan demikian cahaya yang dihasilkan dari dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias udara.

Fungsi Kabel Fiber Optik

Penemuan serat optik menjadi bagian penting dalam kehidupan modern saat ini, dimana penciptaannya merupakan jalan pintas untuk pengiriman data berkecepatan tinggi. Tidak jarang sistem kabel fiber optik menjadi landasan dari jaringan utama, sebagai sebuah aliran pusat untuk melakukan transfer data dalam suatu backbone .

Contoh yang paling nyata dirasakan adalah implementasi 5G bagi keberlangsungan penyaluran informasi di Indonesia. Walaupun ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri, karena infrastruktur jaringan fiber optik belum tersebar secara merata. 

Secara garis besar sebagai salah satu sistem penyalur komunikasi, kabel fiber optik memiliki kegunaan dalam membawa elemen—elemen penting dari setiap melalui proses transmisi sinyal, yang dilakukan dengan cepat dan dalam kapasitas yang besar.


Sumber artikel:https://www.iforte.id/news/detail/jaringan-fiber-optik

Selasa, 11 November 2025

IP Addres 192.168.1.0/27 - untuk subnet kelompok 1

 Kelompok 1


Nama Anggota : 

  1.  Darrel Dafa .N. (9)
  2. Deswita Nurul .A. (10)
  3.  Haidar Muhammad (15)
  4. Hanyfa Aira Anggraini (17)
  5. Indri Dwi Juliyanti (18)                                                                                                                                  

192.168.1.0/27

11111111.11111111.11111111.11100000
     225.          225.         225.        224



1. Jumlah subnet = 2^x

                            = 2^3

                            = 8


2. Jumlah host = 2^4

                        = 2^5

                        = 32


3. Blok subnet = 256-224

                       = 32


Berarti total ada 8 subnet dimulai dari 0, 32, 64, 128, 160, 192, 224

Karena kami kelompok 1, maka kami menggunakan angka ke 1 yaitu 0


Jadi...

  • Subnet = 192.168.1.0
  • Host awal = 192.168.1.1
  • Host akhir = 192.168.1.30
  • Broadcast = 192.168.1.31


IP Addres 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 17

 192.168.1.0/29

11111111.11111111.11111111.11111000

255.255.255.248


1. Jumlah subnet = 2^x

                            = 2^5

                            = 32


2. Jumlah host = 2^y

                        = 2^3

                        = 8


3. Blok subnet = 256-248

                       = 8


berarti total ada 32 subnet dimulai dari 0,8,16,24,32,40,48,56,64,72, 80,88,96,104,112,120,128,136,144,152,160,168,176,184,192,200,208,216,224,232,240,248

karena absen saya 17 maka saya menggunakan angka ke 17 yaitu 128


jadi...

subnet = 192.168.1.128

host pertama = 192.168.1.129

host terakhir = 192.168.1.134

broadcast = 192.168.1.135

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Spl...