Minggu, 01 November 2026

File Hirarki pada Linux

Saat pertama kali menggunakan linux terutama CLI (Command Line Interface) anda perlu memahami tentang perintah-perintah pada terminal, namun jika ingin mempelajari nya lebih lanjut ada baiknya anda harus mengetahui apa itu file hierarki pada linux. 

File Hierarki adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengorganisir file pada partisi harddisk sebagai media penyimpanan data. dengan begitu kita dapat menyimpan data, mengelompokkan, menyusun penyimpanan file sesuai keinginan kita.




Direktori /bin 
Direktori ini berisi perintah-perintah yang dibutuhkan oleh user, program disini dapat dijalankan meskipun tidak ada sistem file lain yang tidak dimount. /bin ini memiliki struktur file dibawah nya lagi
Direktori /boot/ 
Berisi Program & Data yang dibutuhkan saat melakukan Booting, jika pada file ini mengalami corrupt atau terhapus maka otomatis PC tidak akan booting Linux yang digunakan.
Direktori /dev/ 
Direktori tempat file device, jika anda ingin melakukan mounting maka file yang dilalui akan melaui Direktori /dev/ dan pada saat ingin meliat media tersebut berada di file /media/
Direktori /etc/ 
File yang berisi Konfigurasi Sistem, pada Direktori ini biasanya saat ingin mengInstall aplikasi tambahan seperti Bind9, DHCP3-Server, Squid, Mail dll maka Direktori yang dituju adalah /etc
Direktori /home 
Directory untuk setiap user yang terdaftar di dalam sistem. di dalam directory masing-masing user, dapat dibuat konfigurasi yang spesifik untuk user bersangkutan. jadi setiap user yang terdaftar secara otomatis akan dibuatkan di /home
Directory /lib 

Berisi pustaka bersama yang digunakan secara bersama-sama oleh satu pihak program atau lebih kadangkala satu file Library digunakan oleh beberapa aplikasi secara bersama. standar pustaka yang dibutuhkan dapat merujuk pada LSB.
Direktori /proc/ 

Yaitu file System untuk menjalankan Proses filesystem virtual dukumentasi kernel dan proces status seperti file text. 
Direktori /opt/ 

Berisi paket aplikasi tambahan yang diInstall kedalam System dan tambahan (add-on), biasanya berupa aplikasi biner/ propiertary. struktur diretorynya sama dengan struktur yang dibutuhkan oleh sistem. direktory ini untuk menampung provider-provider aplikasi, yang ingin menyertakan program binernya ke dalam sistem linux.
Direktori /mnt/ 

Direktori tempat pengaitan Sistem sementara, contoh jika ingin menggunakan CD Drive, maka masukan terlebih dahulu Kepingan CD kedalam CD-Room, lalu pada terminal lakukan mount dengan mengetikan perintah mount /dev/sr0
Direktori /media/ 

Yaitu saat anda memasang flashdisk ke Komputer anda, anda bisa menemukan Direktori flashdisk di /media/, karena Direktori berisi media yang bisa dibongkar pasang di Komputer
Direktori /sys/ 

Direktori yang berisi Informasi dengan Kernel, Device, Firmware, untuk memudahkan mengingat , Direktori ini dianggap kependekan dari System
Direktori /sbin/ 

Direktori yang berisi file-file biner yang esensinya untuk Sistem, dan mengendalikan System, file-file biner atau bisa dianggap aplikasi System ini dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak.
Kepanjangan dari sbin adalah “System Binary” file-file biner yang ada di /sbin ada fastboot, fasthalt, fdisk, fsck, fsck.*, getty, halt, iconfig, init, mkfs, mkfs.*, mkfswap, reboot, route, swapon, swaporf, update.
Direktori /usr/ 

Sebuah Sub-Hirarki dari root system disimpan kedalam /usr, didalam /usr/ tersimpan aplikasi dan utility yang spesifik dengan user, jika kita melihat dalam Direktori /usr/ maka akan menemukan Direktori lain yaitu /bin/, /games/, /bin/ dll, dan jika pengguna termasuk orang yang sering menambah Aplikasi lain diluar bawaan paket, ada baiknya partisi /usr/ diberikan partisi sendiri.
Direktori /tmp/ 

Merupakan file system yang menyimpang file sementara bedanya /var/tmp/ dengan /tmp/ yaitu /var/tmp/ saat reboot tidak akan dibersihkan oleh system
Direktori /usr/share/ 

Merupakan tempat menyimpan data-daya yang bisa dibagikan dan tidak terikat dengan platform.
Direktori /usr/src/ 

Tempat menyimpan souce code dari aplikasi
Direktori /usr/incude/ 

Direktori tempat tersimpannya file header dari Compiler C, file ini mendefinisikan struktur konstanta, dalam direktori ini juga terdapat header compiler C++
Direktori /usr/local/ 

Tempat tersimpannya Aplikasi yang terinstall dan file yang digunakan untuk local machine, pada jaringan besar /usr/ lokasi fisiknya terletak di Komputer berbeda dan dibagikan kedalam jaringan untuk di Mount ke dalam /usr/, pada jaringan local biasanya terdapat di /usr/local/, sebagai tambahan jika Aplikasi yang umum tersimpan kedalam /usr/bin/ maka aplikasi yang sifatnya tersimpan dalam /usr/local/bin/
Direktori /lost/found/ 

yaitu di Direktori ini tempat menyimpan file yang berhasil di recover saat system crash

masing direktori agar materi lebih lengkap.

1. Bentuk Struktur Hierarki File Linux

Sistem file Linux memiliki struktur bertingkat yang dimulai dari direktori utama atau disebut root (/). Semua direktori dan file berada di bawah direktori root.



Contoh struktur hierarki direktori Linux:
/
├── bin/
├── boot/
├── dev/
├── etc/
├── home/
│   ├── user1/
│   └── user2/
├── lib/
├── media/
├── mnt/
├── opt/
├── proc/
├── root/
├── run/
├── sbin/
├── srv/
├── sys/
├── tmp/
├── usr/
│   ├── bin/
│   ├── include/
│   ├── lib/
│   ├── local/
│   ├── sbin/
│   └── share/
└── var/
    ├── cache/
    ├── log/
    ├── mail/
    └── tmp/

2. Tambahan Direktori pada Hierarki Linux

Berikut direktori lain yang bisa ditambahkan ke materi sebelumnya.

A. Direktori /root/

Tambahan

Merupakan direktori khusus yang digunakan sebagai folder pribadi administrator atau pengguna dengan hak akses tertinggi (root). Berbeda dengan /home, direktori ini digunakan khusus untuk akun administrator.

B. Direktori /run/

Berisi data sementara yang digunakan oleh sistem ketika sedang berjalan, seperti informasi proses, nomor identitas proses (PID), dan komunikasi antarprogram. Isinya akan dibersihkan ketika komputer melakukan booting ulang.

C. Direktori /srv/

Digunakan untuk menyimpan data yang disediakan oleh layanan server. Contohnya adalah data website, FTP, dan layanan jaringan lainnya.

D. Direktori /var/

Berisi data yang sering berubah selama sistem beroperasi. Contohnya adalah file log, cache aplikasi, email, dan data antrean sistem.

E. Direktori /var/log/

Merupakan bagian dari /var yang digunakan untuk menyimpan catatan aktivitas sistem. File log dapat membantu administrator mengetahui aktivitas dan mencari penyebab masalah pada Linux.

F. Direktori /var/cache/

Digunakan untuk menyimpan data sementara atau cache yang dibuat oleh aplikasi agar proses tertentu dapat berjalan lebih cepat.

G. Direktori /var/lib/

Berisi data yang digunakan aplikasi untuk menyimpan informasi dan status selama aplikasi tersebut berjalan.

H. Direktori /usr/bin/

Berisi berbagai program dan perintah yang dapat digunakan oleh pengguna Linux. Contohnya adalah perintah ls, cat, dan grep.

I. Direktori /usr/lib/

Digunakan untuk menyimpan library atau pustaka yang diperlukan oleh aplikasi agar dapat berjalan dengan baik.

J. Direktori /usr/sbin/

Berisi program sistem yang umumnya digunakan untuk keperluan administrasi dan pengelolaan sistem Linux.

Penjelasan tambahan direktori tersebut mengacu pada standar Filesystem Hierarchy Standard (FHS).

Ubuntu project documentation+2

3. Contoh Hierarki Direktori Linux yang Lebih Lengkap

Berikut bentuk pohon hierarki yang sudah ditambahkan dengan beberapa subdirektori:

/
├── bin
├── boot
├── dev
├── etc
│   ├── apache2
│   ├── network
│   └── ssh
├── home
│   ├── user1
│   └── user2
├── lib
├── media
├── mnt
├── opt
├── proc
├── root
├── run
├── sbin
├── srv
│   ├── ftp
│   └── www
├── sys
├── tmp
├── usr
│   ├── bin
│   ├── include
│   ├── lib
│   ├── local
│   ├── sbin
│   ├── share
│   └── src
└── var
    ├── cache
    ├── lib
    ├── log
    ├── mail
    ├── spool
    └── tmp

Catatan: Subdirektori di atas merupakan contoh. Susunan sebenarnya dapat berbeda tergantung distribusi Linux dan aplikasi yang terpasang.

4. Kesimpulan

Hierarki file Linux merupakan struktur yang digunakan untuk mengatur seluruh file dan direktori di dalam sistem operasi. Setiap direktori memiliki fungsi masing-masing, mulai dari menyimpan file konfigurasi, aplikasi, data pengguna, hingga informasi sistem. Dengan memahami hierarki tersebut, pengguna akan lebih mudah menggunakan perintah terminal, mengelola file, dan melakukan administrasi Linux.

5. Sumber Referensi Internet

  1. Filesystem Hierarchy Standard (FHS) – Standar struktur direktori Linux.

  2. Ubuntu – Filesystem Hierarchy Standard – Penjelasan fungsi direktori Linux.

  3. Debian Handbook – Organization of the Filesystem Hierarchy – Penjelasan susunan direktori Linux.


Sekian mengenai file hirarki linux semoga bermanfaat keep on your distro free is freedom

https://www.ranggahamdan.com/2014/11/01/file-hirarki-pada-linux/ 

Minggu, 18 Oktober 2026

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula | Linux.Code

LINUX • COMMAND LINE • BEGINNER

Mastering Linux
Basic Commands

Belajar 40 perintah dasar Linux untuk mengelola file, folder, sistem, dan jaringan melalui terminal. Mulai dari nol dan praktikkan sendiri!

🔴 🟡 🟢   terminal — bash
user@linux:~$ pwd
/home/user
user@linux:~$ ls
Documents   Downloads   Projects
user@linux:~$ _

01 / Pengenalan Linux

Linux adalah sistem operasi yang banyak digunakan pada komputer, server, dan perangkat jaringan. Salah satu cara mengoperasikannya adalah melalui CLI (Command Line Interface), yaitu antarmuka berbasis teks untuk menjalankan perintah.

Dengan mempelajari perintah dasar Linux, kita bisa berpindah direktori, membuat dan mengelola file, memeriksa informasi sistem, serta melakukan beberapa tugas administrasi dan jaringan.

TIP PEMULA: Ketik perintah dengan benar, lalu tekan Enter. Perhatikan hasilnya sebelum melanjutkan. Contoh di bawah ini dapat berbeda sesuai distribusi Linux yang digunakan.

1. Pengertian Linux

Linux adalah sistem operasi berbasis kernel Linux yang digunakan pada berbagai perangkat, mulai dari komputer, server, perangkat jaringan, hingga sistem tertanam. Linux memiliki banyak distribusi, seperti Ubuntu, Debian, Fedora, dan Linux Mint.

Linux banyak digunakan karena fleksibel, mendukung berbagai kebutuhan komputasi, dan tersedia dalam banyak pilihan perangkat lunak sumber terbuka.

Apa itu distribusi Linux?

Distribusi Linux atau distro adalah sistem operasi yang menggabungkan kernel Linux dengan berbagai perangkat lunak dan alat pengelolaan sistem. Contohnya Ubuntu, Debian, Fedora, dan Kali Linux.

2. Apa Itu Terminal dan Shell?

Terminal adalah aplikasi yang digunakan untuk berinteraksi dengan sistem melalui teks. Shell adalah program yang membaca dan menjalankan perintah yang kita ketikkan. Contoh shell yang umum digunakan adalah Bash.

Melalui terminal, pengguna dapat mengelola file, menjalankan aplikasi, memeriksa sistem, serta melakukan administrasi jaringan.

user@linux:~$ pwd
/home/user

Penjelasan contoh di atas:

  • user adalah nama pengguna.
  • linux adalah nama komputer pada contoh tersebut.
  • ~ menunjukkan direktori home pengguna.
  • $ biasanya menunjukkan prompt pengguna biasa.
  • pwd adalah perintah yang dijalankan.

3. Struktur Direktori Linux

Linux menggunakan struktur direktori berbentuk pohon. Direktori paling atas disebut root dan ditulis dengan tanda garis miring (/).

DirektoriFungsi
/Direktori utama sistem Linux.
/homeTempat direktori pribadi pengguna biasa.
/rootDirektori home untuk pengguna root.
/etcMenyimpan banyak berkas konfigurasi sistem.
/binBerisi perintah penting; pada distro modern dapat berupa tautan ke /usr/bin.
/varMenyimpan data yang berubah, misalnya sebagian log.
/tmpTempat menyimpan file sementara.
/usrBerisi banyak aplikasi, pustaka, dan data pendukung.
/devBerisi berkas perangkat yang digunakan sistem.
/bootBerisi berkas yang dibutuhkan untuk proses boot.

4. Aturan Dasar Penulisan Perintah

Perintah Linux biasanya ditulis menggunakan nama perintah, diikuti opsi dan argumen jika diperlukan.

perintah [opsi] [argumen]
  • Perintah: program atau tindakan yang akan dijalankan.
  • Opsi: pengaturan tambahan, biasanya diawali tanda minus.
  • Argumen: file, folder, atau objek yang ingin diproses.

Contoh penggunaan

ls -l Documents

Artinya, perintah ls digunakan untuk menampilkan isi direktori, opsi -l menampilkan informasi dalam format panjang, sedangkan Documents adalah direktori yang diperiksa.

Perlu diingat: Linux umumnya membedakan huruf besar dan kecil. Nama File.txt dan file.txt dapat dianggap sebagai dua nama yang berbeda.

5. Praktik Dasar Linux

Berikut latihan sederhana untuk memahami navigasi direktori dan pembuatan file.

Langkah 1 — Periksa lokasi

pwd

Perintah ini menunjukkan direktori tempat kamu berada.

Langkah 2 — Lihat isi direktori

ls

Periksa file dan folder yang tersedia.

Langkah 3 — Buat folder latihan

mkdir latihan

Folder latihan dibuat di direktori saat ini. Jika nama tersebut sudah digunakan, pilih nama folder lain.

Langkah 4 — Masuk ke folder

cd latihan

Langkah 5 — Buat file

touch belajar.txt

Langkah 6 — Periksa hasil

ls

Jika berhasil, file belajar.txt akan terlihat di daftar isi folder.

02 / Daftar 40 Perintah Linux

Pilih nama perintah untuk menuju materi yang ingin dipelajari.

01

pwd

Menampilkan lokasi direktori yang sedang digunakan.

CONTOH PERINTAH
pwd
02

ls

Menampilkan daftar file dan folder dalam direktori.

CONTOH PERINTAH
ls
ls -l
ls -a
03

cd

Berpindah ke direktori lain atau kembali satu tingkat.

CONTOH PERINTAH
cd Documents
cd ..
cd ~
04

mkdir

Membuat direktori atau folder baru.

CONTOH PERINTAH
mkdir proyek
mkdir latihan-linux
05

touch

Membuat file kosong jika file belum ada.

CONTOH PERINTAH
touch catatan.txt
touch index.html
06

cp

Menyalin file atau direktori ke lokasi lain.

CONTOH PERINTAH
cp catatan.txt salinan.txt
cp -r proyek backup
07

mv

Memindahkan file atau mengganti nama file.

CONTOH PERINTAH
mv catatan.txt Documents/
mv lama.txt baru.txt
08

rm

Menghapus file. Periksa nama file sebelum menjalankan perintah.

CONTOH PERINTAH
rm catatan.txt
09

cat

Menampilkan isi file teks melalui terminal.

CONTOH PERINTAH
cat catatan.txt
10

clear

Membersihkan tampilan terminal agar lebih rapi.

CONTOH PERINTAH
clear
11

whoami

Menampilkan nama pengguna yang sedang aktif.

CONTOH PERINTAH
whoami
12

date

Menampilkan tanggal dan waktu sistem.

CONTOH PERINTAH
date
13

man

Membuka dokumentasi penggunaan perintah Linux. Tekan q untuk keluar.

CONTOH PERINTAH
man ls
man mkdir
14

--help

Melihat petunjuk singkat dan opsi suatu perintah.

CONTOH PERINTAH
ls --help
cp --help
15

echo

Menampilkan teks atau nilai variabel di terminal.

CONTOH PERINTAH
echo "Hello Linux"
echo $HOME
16

head

Menampilkan bagian awal file teks, biasanya 10 baris pertama.

CONTOH PERINTAH
head catatan.txt
head -n 5 catatan.txt
17

tail

Menampilkan bagian akhir file teks.

CONTOH PERINTAH
tail catatan.txt
tail -n 5 catatan.txt
18

grep

Mencari teks tertentu di dalam file.

CONTOH PERINTAH
grep "Linux" catatan.txt
grep -n "error" log.txt
19

find

Mencari file atau direktori berdasarkan nama dan kriteria.

CONTOH PERINTAH
find . -name "catatan.txt"
find . -type d
20

wc

Menghitung jumlah baris, kata, dan byte dalam file.

CONTOH PERINTAH
wc catatan.txt
wc -l catatan.txt
21

sort

Mengurutkan baris teks berdasarkan urutan tertentu.

CONTOH PERINTAH
sort nama.txt
sort -r nama.txt
22

chmod

Mengubah hak akses file atau direktori.

CONTOH PERINTAH
chmod u+x script.sh
chmod 644 catatan.txt
23

chown

Mengubah pemilik file atau direktori jika memiliki izin yang sesuai.

CONTOH PERINTAH
chown user:group file.txt
24

du

Memeriksa perkiraan penggunaan ruang penyimpanan file atau folder.

CONTOH PERINTAH
du -sh Documents
du -h
25

df

Menampilkan kapasitas dan ruang kosong sistem file.

CONTOH PERINTAH
df -h
26

free

Melihat penggunaan memori RAM dan swap.

CONTOH PERINTAH
free -h
27

uptime

Menampilkan lama sistem berjalan dan informasi beban sistem.

CONTOH PERINTAH
uptime
28

uname

Menampilkan informasi kernel dan sistem operasi.

CONTOH PERINTAH
uname -a
uname -r
29

ps

Menampilkan informasi proses yang sedang berjalan.

CONTOH PERINTAH
ps
ps aux
30

top

Memantau proses dan penggunaan sumber daya secara langsung. Tekan q untuk keluar.

CONTOH PERINTAH
top
31

kill

Mengirim sinyal ke proses berdasarkan nomor PID.

CONTOH PERINTAH
kill 1234
32

ping

Menguji keterjangkauan host jaringan. Hentikan dengan Ctrl+C jika diperlukan.

CONTOH PERINTAH
ping -c 4 example.com
33

ip

Melihat informasi antarmuka, alamat IP, dan rute jaringan.

CONTOH PERINTAH
ip addr
ip route
34

ssh

Mengakses komputer atau server lain secara aman melalui jaringan jika layanan SSH tersedia.

CONTOH PERINTAH
ssh user@192.168.1.10
35

tar

Menggabungkan file ke arsip atau mengekstrak arsip tar.

CONTOH PERINTAH
tar -cvf arsip.tar Documents/
tar -xvf arsip.tar
36

which

Menampilkan lokasi program yang ditemukan melalui PATH.

CONTOH PERINTAH
which python
which ls
37

history

Melihat daftar perintah yang pernah dijalankan di shell.

CONTOH PERINTAH
history
38

su

Beralih ke akun pengguna lain jika diizinkan.

CONTOH PERINTAH
su - username
39

sudo

Menjalankan perintah dengan hak istimewa jika akun memiliki izin.

CONTOH PERINTAH
sudo apt update
40

apt

Mengelola paket aplikasi pada distro berbasis Debian, seperti Ubuntu.

CONTOH PERINTAH
apt search nama-paket
sudo apt update

03 / Perhatian Saat Menggunakan Linux

⚠ Hati-hati dengan perintah rm!
Perintah penghapusan dapat menghilangkan file. Periksa nama file dan lokasi direktori sebelum menjalankan perintah. Jangan mencoba penghapusan paksa pada sistem yang belum kamu pahami.
⚠ Gunakan sudo dengan bijak.
Hak administrator dapat mengubah sistem. Jalankan hanya perintah yang kamu pahami dan perlukan.

04 / Latihan Mandiri

Praktikkan perintah berikut di Linux.

  1. Gunakan pwd untuk mengetahui lokasi saat ini.
  2. Gunakan ls untuk melihat isi direktori.
  3. Buat folder bernama latihan menggunakan mkdir.
  4. Masuk ke folder tersebut dengan cd latihan.
  5. Buat file kosong menggunakan touch belajar.txt.
  6. Gunakan ls untuk memastikan file sudah dibuat.
  7. Tampilkan nama pengguna dengan whoami.
  8. Periksa informasi sistem dengan uname -a.
URUTAN LATIHAN
pwd
ls
mkdir latihan
cd latihan
touch belajar.txt
ls
whoami
uname -a

05 / Kesimpulan

Perintah dasar Linux membantu pengguna mengelola file dan folder, membaca isi file, mencari informasi, memeriksa proses, serta mengenali kondisi sistem dan jaringan.

Mulailah dengan perintah sederhana seperti pwd, ls, cd, dan mkdir. Setelah memahami dasarnya, lanjutkan dengan perintah administrasi dan jaringan. Berlatih secara rutin akan membantu meningkatkan keterampilan Linux untuk pemrograman, server, dan jaringan komputer.

Minggu, 06 September 2026

Administrasi User Linux Debian

 

Administrasi User Linux Debian


Sebelumnya server Debian diinstalisasi  tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI). 

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem. 

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan 
2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login


2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan  passwordnya


3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai  super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4. Perintah adduser  
Perintah  adduser  digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik  adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5. Perintah logout
Ketikkan  logout  untuk keluar dari sesi root. 


6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru  
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja  dibuat, dalam kasus ini nama  penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.


Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai  root, prompt dari command line berbentuk 
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda  ~  atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7. Perintah userdel -r
 Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,

Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan  perintah userdel  –r <nama_pengguna>  untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga  kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.


Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan  groupdel <nama_group>  digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :






9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.



10. Perintah  ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.


Perintah  ls <nama_direktori>  digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori. 

11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah  cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif. 

12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah  mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan  ls. Apabila perintah  ls  digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls  akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>. 
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan  ls  –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya, 


Suplemen
1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10
3. File Hirarki pada Linux

Administrasi File Linux Debian

 

Minggu, 30 September 2018

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File

Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod

Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.

1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.


2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,


5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.

Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.

===============================
Suplemen






File Hirarki pada Linux

Saat pertama kali menggunakan linux terutama CLI (Command Line Interface) anda perlu memahami tentang perintah-perintah pada terminal, namun...